Astaga! Beruang dan Buaya Masuk Pemukiman Penduduk di Riau
JAKARTA-Belakangan ini satwa liar beruang dan buaya diketahui masuk ke pemukiman penduduk di Riau. Apakah bertanda satwa buas ini kehilangan makanan aliminya?
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima dua pengaduan soal beruang dan buaya yang memakan ternak warga. Beruang berkeliaran memakan ternak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Sedangkan buaya terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
"Atas pengaduan itu, belum lama ini kita memberikan sosialisasi penanganan satwa dilindungi itu kepada masyarakat. Kita berharap, jika satwa itu memasuki pemukiman penduduk, segera melapor pihak terkait. Jangan langsung diburu dan dibunuh," kata Kepala Teknis BKSDA Riau, Sahimin kepada detikcom, Rabu (9/10/2013).
Menurut laporan warag Inhil, lanjut Sahimin, ab Inhil memang banyak rumah warga yang berada di sepanjang bantaran suangi. Daeraj itu buaya tersebut memasuki perkampungan yang berada di sejumlah alur sungai. Di Kdikenal sebagai kabupaten seribu parit, banyaknya anak suangi yang bermuara ke laut.
"Warga mengeluh karena ternak mereka banyak di serang buaya. Inilah yang harus kita lakukan sosialisasi ke masyarakat," kata Sahimin.
Sedangkan di Kab Inhu, keluhannya ada beruang api yang juga menyerang ternak warga. Namun demikian BKSDA mempredikse beruang yang dimaksud biasanya adalah beruang madu. Karena umumnya di daerah tersebut yang ada jenis beruang madu.
"Warga menyebut beruang api, namun kita perkirakan itu jenis beruang madu," kata Sahimin.
Masih menurut Sahimin, fenome satwa liar menyerang ternak penduduk merupakan hal langkah. Sebab, biasa kedua jenis satwa itu sangat jarang mencari pakannya ke pemukiman penduduk.
"Beruang atau buaya sangat jarang mau menyerang ternak penduduk. Ini agak langkah juga. Apakah keduanya sudah kehilangan pakannya secaa alami, ini menjadi tanda tanya juga," kata Sahimin.
"Kita sudah memberikan pengertian kepada warga, agar tidak membunuh kedua satwa liar itu. Mari kita tangani masalah ini secara bersama tanpa harus membunuh. Tim kita dari provinsi dan kabupaten siap membantu menangani persoalan ini," harap Sahimin.
Category: Aneh Unik




0 komentar